CIANJUR -- BSMI Jawa Timur turut mengirim relawan secara langsung untuk membantu korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Ketua Relawan BSMI Jawa Timur untuk gempa Cianjur Abdul W mengatakan bantuan logistik dan juga medis. Lebih dari itu, salah satu program yang dijalankan BSMI Jawa Timur adalah pendirian Mushala Darurat untuk warga Cianjur.
"Pendirian mushala darurat berada di Desa Sukamulya berikut dengan sarana MCKnya. Semoga bantuan ini bisa digunakan oleh warga Cianjur untuk bisa terus melakukan ibadahnya meski dengan kondisi setelah gempa. Semoga semakin menguatkan spiritualitas warga Cianjur," papar Abdul.
Beberapa material yang dibawa adalah material bangunan, karpet dan terpal untuk bangunan mushala. Abdul mengungkapkan, mushala darurat ini nantinya bukan hanya untuk aktivitas shalat saja tapi difungsikan sebagai madrasah.
"Jadi ini juga untuk mengaji anak-anak sehingga bisa untuk aktivitas anak-anak di kondisi seperti ini. Pendekatan spiritualitas sangat diperlukan apalagi di saat tengah menghadapi musibah, salah satu yang menguatkan para penyintas adalah ibadah tidak boleh terputus," papar Abdul.
Selain membantu pendirian mushala darurat, Tim Medis BSMI Jawa Timur juga bergabung dengan Posko Utama BSMI di RS Lapangan untuk melakukan pertolongan medis bagi penyintas.
"Tim Medis BSMI Jatim juga terlibat dalam mobile clinic di beberapa desa seperti Caringin, Sukamulya, Cibereum dan beberapa titik lainnya. Pelayanan kesehatan ini dilakukan setiap hari untuk langsung melihat kondisi kesehatan para penyintas di tenda-tenda pengungsian," sebut Abdul.
Tim Relawan BSMI Jawa Timur juga menggelar pendampingan psikososial bagi anak-anak korban gempa agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.
"Terima kasih kepada segenap warga Jawa Timur yang menitipkan amanahnya melalui BSMI insyaAllah sangat bermafaat bagi warga Cianjur yang saat ini sedang ditimpa musibah. Semoga saling menguatkan," kata Abdul.
"Pendirian mushala darurat berada di Desa Sukamulya berikut dengan sarana MCKnya. Semoga bantuan ini bisa digunakan oleh warga Cianjur untuk bisa terus melakukan ibadahnya meski dengan kondisi setelah gempa. Semoga semakin menguatkan spiritualitas warga Cianjur," papar Abdul.
Beberapa material yang dibawa adalah material bangunan, karpet dan terpal untuk bangunan mushala. Abdul mengungkapkan, mushala darurat ini nantinya bukan hanya untuk aktivitas shalat saja tapi difungsikan sebagai madrasah.
"Jadi ini juga untuk mengaji anak-anak sehingga bisa untuk aktivitas anak-anak di kondisi seperti ini. Pendekatan spiritualitas sangat diperlukan apalagi di saat tengah menghadapi musibah, salah satu yang menguatkan para penyintas adalah ibadah tidak boleh terputus," papar Abdul.
Selain membantu pendirian mushala darurat, Tim Medis BSMI Jawa Timur juga bergabung dengan Posko Utama BSMI di RS Lapangan untuk melakukan pertolongan medis bagi penyintas.
"Tim Medis BSMI Jatim juga terlibat dalam mobile clinic di beberapa desa seperti Caringin, Sukamulya, Cibereum dan beberapa titik lainnya. Pelayanan kesehatan ini dilakukan setiap hari untuk langsung melihat kondisi kesehatan para penyintas di tenda-tenda pengungsian," sebut Abdul.
Tim Relawan BSMI Jawa Timur juga menggelar pendampingan psikososial bagi anak-anak korban gempa agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.
"Terima kasih kepada segenap warga Jawa Timur yang menitipkan amanahnya melalui BSMI insyaAllah sangat bermafaat bagi warga Cianjur yang saat ini sedang ditimpa musibah. Semoga saling menguatkan," kata Abdul.
