CIANJUR -- BSMI Kalimantan Timur langsung mengirim relawan medis dan nonmedis serta membawa bantuan untuk membantu korban gempa di Cianjur, Jawa Barat. Tim BSMI Kaltim terdiri dari dokter spesialis anak, dokter umum dan relawan umum.
Ketua BSMI Kalimantan Timur dr. Ery Wardhana mengungkapkan, selain membantu tim medis BSMI di Rumah Sakit Lapangan dan mobile clinic, salah satu program yang dilakukan BSMI Kaltim adalah pembuatan MCK darurat untuk penyintas gempa Cianjur.
"Tim medis langsung bergabung dengan Posko Utama BSMI di RS Lapangan dan mobile clinic ke tenda-tenda penyintas. Semetara tim lainnya menyalurkan bantuan dari masyarakat Balikpapan-Kalimantan Timur untuk membantu pembuatan MCK darurat bagi pengungsi," sebut Ery.
Ery menambahkan, kebutuhan MCK darurat sangat diperlukan bagi penyintas sebagai kebutuhan dasar sehari-hari. Sementara mayoritas penyintas tidak bisa lagi menggunakan rumahnya dan MCK karena rusak berat dan membahayakan seiring terus terjadinya gempa susulan.
Ada dua titik pembangunan MCK yang dilakukan BSMI Kalimantan Timur yakni di Kampung Pasir Angin, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang dan Kampung Nyantong, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Cianjur.
"Di satu titik saja ada sekitar 200 KK dengan hampir 700 jiwa yang menghuni sehingga kebutuhan untuk MCK darurat ini masih sangat diperlukan. MCK yang representatif juga akan mengurangi dampak kesehatan bagi pengungsi yang masih tinggal di tenda-tenda penyintas," ujar Ery.
Ery mengungkapkan, bantuan pembangunan MCK ini berupa semua bahan-bahan material dan pembangunannya. Dia berharap MCK ini bisa digunakan secara baik oleh penyintas sambil menunggu lokasi penetapan hunian sementara.
"Semoga amanah yang dititipkan oleh warga Kalimantan Timur khususnya Balikpapan untuk korban gempa Cianjur bisa bermanfaat, selain pembangunan MCK bantuan juga diwujudkan untuk pemberian logistik dan kebutuhan penyintas serta bantuan medis yang menjadi fokus utama Bulan Sabit Merah Indonesia," tutup Ery.
Ketua BSMI Kalimantan Timur dr. Ery Wardhana mengungkapkan, selain membantu tim medis BSMI di Rumah Sakit Lapangan dan mobile clinic, salah satu program yang dilakukan BSMI Kaltim adalah pembuatan MCK darurat untuk penyintas gempa Cianjur.
"Tim medis langsung bergabung dengan Posko Utama BSMI di RS Lapangan dan mobile clinic ke tenda-tenda penyintas. Semetara tim lainnya menyalurkan bantuan dari masyarakat Balikpapan-Kalimantan Timur untuk membantu pembuatan MCK darurat bagi pengungsi," sebut Ery.
Ery menambahkan, kebutuhan MCK darurat sangat diperlukan bagi penyintas sebagai kebutuhan dasar sehari-hari. Sementara mayoritas penyintas tidak bisa lagi menggunakan rumahnya dan MCK karena rusak berat dan membahayakan seiring terus terjadinya gempa susulan.
Ada dua titik pembangunan MCK yang dilakukan BSMI Kalimantan Timur yakni di Kampung Pasir Angin, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang dan Kampung Nyantong, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Cianjur.
"Di satu titik saja ada sekitar 200 KK dengan hampir 700 jiwa yang menghuni sehingga kebutuhan untuk MCK darurat ini masih sangat diperlukan. MCK yang representatif juga akan mengurangi dampak kesehatan bagi pengungsi yang masih tinggal di tenda-tenda penyintas," ujar Ery.
Ery mengungkapkan, bantuan pembangunan MCK ini berupa semua bahan-bahan material dan pembangunannya. Dia berharap MCK ini bisa digunakan secara baik oleh penyintas sambil menunggu lokasi penetapan hunian sementara.
"Semoga amanah yang dititipkan oleh warga Kalimantan Timur khususnya Balikpapan untuk korban gempa Cianjur bisa bermanfaat, selain pembangunan MCK bantuan juga diwujudkan untuk pemberian logistik dan kebutuhan penyintas serta bantuan medis yang menjadi fokus utama Bulan Sabit Merah Indonesia," tutup Ery.
