Pasaman Barat -- Relawan DPN BSMI Agus Setiawan bergabung dengan Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes RI bertolak ke Pasaman Barat untuk membantu proses penanganan gempa Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Setibanya di Pasaman Barat, Agus menuturkan tim Puskris Kemenkes RI langsung menggelar koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan seluruh elemen kesehatan yang sudah turun di gempa Pasaman dan Pasaman Barat.
"Hari ini agenda utama adalah koordinasi dengan semua stakeholder kesehatan baik dari pemerintah maupun NGO. Memang sudah ada respons layanan kesehatan, tapi belum terdata, terintegrasi dan sinergi. Saat ini dikumpulkan semua elemen untuk membuat alur koordinasi dan sinergi kerjasama berbasis data untuk memudahkan langkah penanganan di lapangan," lapor Agus usai pertemuan.
Selain dari Puskris Kemenkes RI, rapat gabungan ini dihadiri kepala dinas kesehatan, kepala bidang baik di provinsi maupun kabuten, unsur Rumah Sakit dan seluruh yang terlibat dalam klaster kesehatan baik dari LSM kesehatan maupun NGO.
"Laporan dari masing-masing bidang diinventarisir untuk mendapatkan informasi apa saja penanganan yang sudah dilakukan dan apa yang belum," ungkap dia.
Agus mengatakan, selain bersinergi dengan Puskris Kemenkes RI, bersamaan BSMI Sumatera Barat sudah terjun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan logistik hingga menggelar penanganan psikososial.
"Simultan dari DPN BSMI bersama Puskris Kemenkes RI, teman-teman dari BSMI Sumatera Barat juga sudah bergerak di lapangan untuk menyalurkan bantuan logistik dan trauma healing," ungkap Agus.
