Kembali ke blog
bsmi / 10 Desember 2022 Nasional

Tim Medis BSMI Tembus Daerah Sulit dengan Sepeda Motor Mobile Clinic

Tim Medis BSMI Tembus Daerah Sulit dengan Sepeda Motor Mobile Clinic
CIANJUR -- Tim Relawan Medis BSMI menggunakan sepeda motor untuk mengakses lokasi penyintas gempa Cianjur yang sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat. 

Empat motor dari Tim Relawan BSMI Garut menembus beberapa lokasi sulit untuk menjangkau tenda-tenda pengungsian dan membutuhkan bantuan medis. Selain bantuan medis disalurkan makanan siap saji, tool kit baby seperti kayu putih, telon, makanan bayi dan vitamin.

Wakil Ketua Bidang Tanggap Bencana BSMI Jawa Barat Hilman Bukhori mengungkapkan, Tim BSMI Garut memang sejak awal akan membawa sepeda motor medis untuk bisa menembus titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan. 

"Sebab daerah Cianjur secara demografis banyak rumah warga yang hanya bisa dilalui dengan jalan setapak, sementara di dalamnya padat penduduk sehingga banyak pengungsi. Selain itu banyak jalan terkena longsoran pascagempa. Sedangkan motor bisa melaluinya. Maka sejak awal kita berangkat dari Garut menggunakan sepeda motor untuk bisa menembus lokasi seperti ini," ujar Hilman. 

Hilman mengungkapkan dengan mobile clinic sepeda motor, akan lebih banyak daerah yang bisa dijangkau untuk segera memberikan perawatan medis bagi penyintas gempa Cianjur yang membutuhkan. "Dalam sehari dapat ditindak minimal delapan pengungsian sampai 15 tenda pengungsian. Mulai dari jam 8 pagi selesai sampai jam 2 dini hari," kata Hilman. 

Beberapa waktu kemudian bahkan muncul informasi diperlukan motor trail untuk membawa bantuan logistik ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. 

"Alhamdulillah BSMI bisa memetakan sejak awal dan melakukan mobile clinic dengan sepeda motor sehingga mobilitas dari satu posko pengungsian ke posko lain bisa dilakukan dengan cepat," papar Hilman.

Saat melakukan perawatan, ada beberapa korban luka hingga mengeluarkan nanah karena sulitnya mobilitas untuk menuju fasilitas pelayanan kesehatan. 

"Jadi ada pasien yang terluka karena reruntuhan, lukanya tidak dirawat dengan baik sehingga sampai bernanah. Kita langsung melakukan tindakan perawatan di tempat. Ditemukan beberapa pasien anak dan bayi dengan gejala penyakit berat hingga dirujuk ke RSL dan RS setempat," papar Hilman.